Berita  

Begawi Festival 2026 Dorong Pelestarian Budaya, Lingkungan, dan Pariwisata Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN — Begawi Festival 2026 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) di Radin Inten Beach, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi ruang kolaborasi generasi muda dalam mempromosikan budaya, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat potensi pariwisata daerah.
Mengusung tema “Akselerasi Generasi Muda dalam Harmonisasi dan Kreativitas terhadap Kelestarian Lingkungan di Bumi Siger Lampung”, festival tersebut melibatkan ratusan mahasiswa, pelajar, dan relawan dari berbagai daerah.
Kegiatan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya menjaga budaya daerah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, pembangunan dan kemajuan daerah perlu berjalan seiring dengan upaya mempertahankan identitas serta nilai-nilai budaya masyarakat Lampung.

“Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas daerah melalui penguatan falsafah hidup masyarakat Lampung, khususnya nilai-nilai Piil Pesenggiri, agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Mirza.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dan lingkungan menjadi langkah penting untuk memastikan nilai-nilai lokal tetap relevan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak masyarakat Lampung menjadikan adat dan budaya sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan.
Menurutnya, keberagaman adat yang dimiliki Lampung merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama dan tidak boleh menjadi sumber perbedaan yang memecah masyarakat.
“Tokoh-tokoh adat adalah pemersatu. Kekayaan adat dan budaya jangan sampai menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Saya ingin masyarakat Lampung hidup setara, sejahtera, dan berkeadilan,” kata Zulkifli Hasan.
Selain menyoroti pelestarian budaya, Zulkifli juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi wisata daerah perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Padukan Budaya dan Kepedulian Lingkungan
Begawi Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga memadukan kegiatan dengan aksi kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian acara menampilkan berbagai pertunjukan budaya Lampung yang merepresentasikan tradisi Sai Batin dan Pepadun. Kehadiran unsur budaya tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan adat Lampung kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka untuk terlibat dalam upaya pelestarian warisan daerah.
Di sisi lain, kegiatan peduli lingkungan menjadi bagian penting dari festival. Konsep tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan dapat berjalan beriringan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.
Pemilihan kawasan Radin Inten Beach sebagai lokasi kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal potensi wisata pesisir Lampung Selatan sekaligus melihat langsung pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata.
Melalui Begawi Festival 2026, BEM Unila bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, generasi muda, tokoh adat, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, mengembangkan pariwisata, serta memperkuat ekonomi masyarakat Lampung Selatan.

Bagikan :