Berita  

Ringankan Beban Sampah dan Wujudkan Lingkungan Lebih Sehat, DLH Lamsel Turunkan Mesin Pencacah Organik di TPS Sidomulyo

LAMPUNG SELATAN, DUTANEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah, khususnya di area pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Setelah melakukan aksi bersih-bersih besar-besaran di lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Sidomulyo dengan mengerahkan puluhan petugas dan dua unit dump-truck pada Jumat (5/12/2025) lalu.

Kini DLH Lampung Selatan melangkah lebih jauh, Dengan menurunkan satu unit mesin pencacah sampah organik resmi ditempatkan di TPS tersebut, pada Minggu (7/12/2025).

Plt. Kabid Pengelolaan Sampah (LB3) DLH Lampung Selatan, Herwan Murad yang hadir mewakili Plt. Kepala DLH Devi Arminanto mengatakan, bahwa penumpukan sampah di TPS Sidomulyo telah menjadi perhatian serius.

Karenanya, mesin pencacah yang diturunkan saat ini diharapkan dapat meringankan beban volume sampah yang setiap hari terus bertambah. “Ya.! Hingga saat ini sudah ada enam unit mesin pencacah yang kami sebar di sejumlah TPS di Lampung Selatan,” ujar Muherwan, didampingi stafnya, Rusman, saat ditemui di lokasi.

Sebagai mantan Kepala UPT Pengelolaan Sampah (LB3) Bakauheni, Muherwan memahami betul tantangan pengelolaan sampah di lapangan. Oleh sebab itu, kehadiran mesin pencacah ini bukan hanya sekadar alat penggerak sampah.

Akan tetapi melainkan bagian dari gerakan besar mendukung program Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melalui tema ABRI (Asri, Bersih, Rapih, dan Indah) yag merupakan sebuah ajakan menuju lingkungan sehat dan nyaman untuk seluruh masyarakat.

Muherwan menjelaskan, mesin pencacah organik tersebut memiliki kemampuan menghancurkan sampah hingga satu ton hanya dalam waktu satu jam. Menurutnya, efisiensi ini diyakini dapat membantu mengurangi penumpukan sampah yang selama ini sulit dikendalikan.

“Melihat volume sampah yang ada sekarang, kami yakin mesin ini sangat bermanfaat. Minimal, bisa menjadi solusi awal agar TPS tidak kembali membeludak,” ujarnya optimistis.

Meski begitu, Muherwan mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas DLH. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama.

“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab DLH. Program Pak Bupati ini adalah tanggung jawab kita semua. Tanpa peran masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” tutupnya. (Habibi)

Bagikan :