Berita  

Dibalik Takjil DLH Lamsel, Ada Hal Menarik Untuk Warga Kalianda.

Lampung Selatan, Dutanews.ID. – Suasana sore menunggu waktu berbuka puasa di perempatan lampu merah, Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (27/2/2026) tampak berbeda dari biasanya.

Ratusan kendaraan roda dua yang sebelumnya lancar saat melintas di areal tersebut, kini terpaksa harus berjalan pelan-pelan. Ya, itu semua akibat kegiatan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan.

Puluhan petugas berjuluk pasukan orange, yang dikomandoi Plt. Kepala Bidang Persampahan dan LB3, Muherwan Murod, SE., turun langsung membagikan ratusan takjil gratis, kepada pengendara yang melintas diareal tersebut.

Menariknya, takjil yang dibagikan kepada warga itu bukan dari sponsor, bukan juga dari donatur besar, akan tetapi hasil swadaya para petugas kebersihan, baik tenaga honor maupun pegawai berstatus P3K.

Bahan bakunya pun berasal dari pemanfaatan lahan kosong di samping kantor DLH yang ditanami singkong dan pisang, lalu diolah menjadi kolak untuk dibagikan kepada masyarakat.

Dengan senyum ramah, para petugas menyapa pengendara dan pejalan kaki yang tengah bersiap menunggu waktu berbuka puasa, mereka tak hanya sekadar berbagi makanan ringan, mereka juga menyelipkan pesan sederhana melalui stiker himbauan untuk menjaga kebersihan.

“Yuk, jaga kebersihan Kota Kalianda, dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujar salah satu petugas kebersihan, sembari memberikan takjil kepada salah satu pengendara yang melintas.

Kepala DLH Lampung Selatan, Yespi Cory, melalui Plt. Kabid Persampahan dan LB3, Muherwan Murod, SE., mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Dibulan suci ini, selain menjalankan tanggung jawab menjaga kebersihan kota, kami juga ingin berbagi dan mempererat rasa kepedulian antar sesama,” ujar Muherwan di sela-sela kegiatan.

Muherwan berharap, takjil yang dibagikan dapat memberi manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila takjil yang diberikan masih jauh dari kata istimewa.

 “Mohon dimaafkan ya, jika takjilnya tidak enak. Maklumlah namanya juga menggunakan anggaran seadanya,” pungkas Muherwan. ( Raka )

Bagikan :