LAMPUNG SELATAN — Tradisi Ruat Bumi atau Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mempererat persatuan dan gotong royong masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Desa Sumur Kumbang, Jumat (31/7/2026), tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Turut hadir Camat Kalianda Ruris Apdani, Camat Penengahan Hermawan, S.H., M.M., Camat Rajabasa Firdaus, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, para kepala desa se-Kecamatan Kalianda, unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa, serta ratusan masyarakat.
Ruat Bumi merupakan salah satu tradisi masyarakat Lampung yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat, sekaligus menjadi sarana memanjatkan doa agar desa senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana, serta memperoleh keberkahan, rezeki, dan kesejahteraan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan selamatan yang berlangsung khidmat. Suasana semakin semarak saat masyarakat mengikuti prosesi arak-arakan hasil bumi dan nasi tumpeng yang kemudian didoakan sebagai simbol rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi antusiasme dan kekompakan masyarakat Desa Sumur Kumbang dalam mempertahankan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
“Saya bangga tradisi seperti ini masih dijaga. Ruat Bumi bukan hanya sebuah ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar Egi.
Menurutnya, keberadaan tradisi lokal memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas masyarakat. Selain menjadi bagian dari warisan budaya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat serta membangun semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial.
Camat Kalianda Ruris Apdani mengatakan, pemerintah kecamatan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan melestarikan budaya dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.
“Pemerintah Kecamatan Kalianda akan terus mendukung kegiatan yang melestarikan budaya. Semoga melalui doa bersama ini Desa Sumur Kumbang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumur Kumbang menyampaikan bahwa pelaksanaan Ruat Bumi tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat kepada generasi muda.
Menurutnya, pelestarian tradisi harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi penerus tetap mengenal dan memahami warisan budaya yang telah dijaga masyarakat sejak dahulu.
Ia berharap Ruat Bumi dapat terus menjadi perekat kebersamaan warga, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong kemajuan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan sektor pertanian dan usaha masyarakat, serta menjaga keamanan dan kerukunan lingkungan.
Semangat gotong royong terlihat sejak pagi dalam persiapan kegiatan. Warga secara bersama-sama menyiapkan konsumsi, menghias lokasi acara, hingga menata hasil bumi yang menjadi bagian penting dalam prosesi Ruat Bumi.
Keterlibatan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa tradisi Ruat Bumi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, rasa syukur, persatuan, dan kepedulian terhadap kelestarian budaya yang masih kuat di tengah masyarakat Desa Sumur Kumbang.
