Berita  

Menembus Jalan Terjal hingga Kaki Gunung Pesagi, Mantri BRI Unit Liwa Antar Akses Pembiayaan untuk Petani Kopi

LAMPUNG BARAT – Peran seorang Mantri BRI tidak hanya berada di balik meja kantor. Di berbagai pelosok daerah, mereka hadir langsung menemui masyarakat, mendengarkan kebutuhan pelaku usaha, sekaligus membuka akses pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha.Salah satunya terlihat di Dusun Naris, Kelurahan Hujung, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, kawasan yang berada di kaki Gunung Pesagi. Di wilayah dengan hamparan perkebunan kopi tersebut, Mantri BRI terus menjangkau masyarakat untuk memastikan akses layanan dan pembiayaan perbankan dapat dirasakan hingga pelosok.Salah satu penerima manfaat pembiayaan tersebut adalah Bapak Farihin, warga Dusun Naris yang mengelola kebun kopi di kawasan kaki Gunung Pesagi.Bagi petani seperti Farihin, akses pembiayaan memiliki arti penting untuk mendukung keberlangsungan usaha perkebunan. Dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, mulai dari pemeliharaan tanaman, pembelian sarana produksi, hingga pengembangan kebun.Kehadiran Mantri BRI menjadi jembatan antara masyarakat dengan layanan perbankan. Mereka turun langsung ke lapangan, menyambangi nasabah, memahami kondisi usaha, sekaligus memberikan edukasi agar pembiayaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara bijak dan produktif.Pemimpin Cabang BRI Kanca Liwa, Yudi Syawalman, mengatakan bahwa keberadaan Mantri merupakan bagian penting dari upaya BRI dalam mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.“Mantri BRI merupakan ujung tombak kami di lapangan. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis cukup menantang. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap layanan dan pembiayaan perbankan,” ujar Yudi Syawalman.Menurutnya, pembiayaan kepada sektor produktif seperti pertanian dan perkebunan menjadi salah satu bentuk dukungan BRI terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.“Kami berharap pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif sehingga usaha masyarakat semakin berkembang, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.Perjalanan Mantri BRI menuju kebun-kebun kopi di kaki Gunung Pesagi menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan perbankan tidak mengenal batas jarak. Jalan yang jauh dan medan yang menantang bukan menjadi penghalang untuk hadir memberikan solusi bagi masyarakat.Di antara hamparan kebun kopi dan udara sejuk kaki Gunung Pesagi, ada cerita tentang kerja keras petani, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan, serta komitmen insan BRILian untuk terus hadir di tengah masyarakat.Dari Dusun Naris, Kecamatan Belalau, semangat itu terus tumbuh. Mantri BRI hadir bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam mengembangkan usaha, menjaga produktivitas, dan merajut masa depan yang lebih baik.

Bagikan :