
Bupati Egi juga menyoroti bahwa desa kini bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama penggerak ekonomi lokal. Karena itu, setiap program harus berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
“Contohnya, proyek jalan desa jangan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dalam arah kebijakan 2025, Pemkab Lampung Selatan mengarahkan dana desa ke sektor agraris dan program Agro Eduwisata yang diyakini dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Egi berharap, melalui kolaborasi yang solid dan integritas yang tinggi, aparatur desa mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat.
“BPD dan kepala desa harus jadi teladan. Desa yang jujur, transparan, dan kreatif adalah pondasi Lampung Selatan yang maju,” tutupnya.
(Redaksi DutaNews.ID)