LAMPUNG SELATAN, DUTANEWS.ID – Persaudaraan tidak selalu lahir dari hubungan darah. Terkadang, ia tumbuh dari kebersamaan, kepedulian, dan ketulusan untuk tetap hadir ketika seorang sahabat sedang membutuhkan dukungan.
Hal itulah yang ditunjukkan Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan, Rudi Apriadi, saat menyambangi kediaman Agus Pamintaher Suwandi di Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (20/9/2026).
Didampingi sang istri, mantan Ketua PWI Lampung Selatan dua periode, 2004–2007 dan 2007–2010, itu sengaja meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan melihat langsung kondisi sahabat sejawatnya.
Bagi Rudi, kunjungan tersebut bukan sekadar bertamu. Ada rasa persaudaraan dan kepedulian yang ingin terus dirawat di antara sesama insan pers.
“Menjalin hubungan baik dengan mengikat tali persaudaraan tidak mesti harus memiliki hubungan darah. Persaudaraan bisa tumbuh karena kepedulian dan ketulusan kita untuk hadir bagi sesama,” ujar Rudi.
Menurutnya, persahabatan di kalangan wartawan tidak semestinya hanya terjalin ketika berada dalam satu meja kerja. Lebih dari itu, hubungan tersebut harus tetap terjaga, terutama ketika salah seorang sahabat sedang menghadapi masa sulit.
Sebab, profesi wartawan bukan hanya tentang berita yang ditulis dan disampaikan kepada masyarakat. Di balik profesi tersebut, terdapat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Rudi Apriadi.
Menurut Edwin, kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa ikatan sesama wartawan tidak berhenti pada urusan organisasi maupun profesi.
“Ini bukan hanya soal kunjungan. Tapi tentang bagaimana kita tetap hadir untuk kawan, terutama ketika kawan kita sedang membutuhkan dukungan,” kata Edwin.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian seperti itu terus tumbuh di lingkungan wartawan Lampung Selatan.
“Persahabatan tidak bisa diukur dengan materi. Semoga silaturahmi dan rasa persaudaraan ini terus kita rawat. Karena pada akhirnya, yang kita miliki bukan hanya organisasi atau profesi, tetapi juga keluarga dan sahabat yang saling menguatkan dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris PWI Lampung Selatan Desi Habibi bersama Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Kartono, juga telah memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Agus Pamintaher.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas rekan-rekan seprofesi. Namun, lebih dari sekadar bantuan, perhatian itu menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik, masih ada ruang untuk saling menguatkan. (HB)
