“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Pemerintahan yang sehat adalah yang mampu beradaptasi dengan perubahan,” katanya.
Kepada para camat yang baru dilantik, Egi memberikan penekanan khusus agar menjaga perilaku, etika, dan kedekatan dengan masyarakat.
“Camat itu wajah pemerintah di lapangan. Jaga ucapan, sikap, dan kebiasaan. Karena apa yang Bapak-Ibu lakukan akan mencerminkan citra pemerintah,” pesan Egi.
Bupati muda tersebut juga menegaskan bahwa rotasi jabatan tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan murni untuk peningkatan kinerja birokrasi.
“Kalau politis, dari awal saya dilantik pasti sudah saya ganti semua. Tapi ini bukan soal itu. Ini murni untuk memperkuat kinerja birokrasi kita,” tegasnya.
