
Lampung Selatan, dutanews.id, – Pasca terjadinya kebakaran tiga ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten setempat.
Itu dibuktikan dengan hadirnya Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto, saat meninjau lokasi kebaran tersebut bersama Dinas Pendidikan (Disdik) setempat beserta jajajaran lainnya, pada Senin (22/4/2024).
Sesampainya di lokasi SDN 2 Mulyosari, orang nomor satu di Kabupaten Bumi Khagom Mufakat itu langsung berjalan mengelilingi gedung bangunan sekolah yang menjadi korban keganasan si jago merah tersebut.
Didampingi Kepala Dinas Dinas Pendidikan Lamsel Asep Jamhur, SE., MM., H. Nanang Ermanto, mengatakan, akan segera membangun gedung atau ruang kelas SDN 2 Mulyosari. “Ya, secepatnya kita lakukan pembangunan pada gedung SDN 2 Mulyosari ini,” ucap Nanang.
Bahkan Nanang berjanji, pembangunan tiga ruang kelas tersebut dilakukan dari tahap nol atau di lakukan pembangunan awal. “Sisa bangunannya harus dirobohkan semua, jangan hanya melanjutkan bagian-bagian yang masih berdiri. Artinya, dibangun ulang supaya bangunannya kuat,” tambahnya lagi.
Yang jelas sambung Nanang, terkait pelaksanaan pembangunan ruang kelas ini untuk dapat diperhatikan secara detail dan tidak asal membangun saja.
Tidak hanya itu, Nanang juga meminta kepada pihak terkait untuk membangun kawasan kebun edukasi di halaman belakang sekolah guna menunjang pembelajaran anak-anak. “Nanti dibangunkan juga kebun edukasi, supaya anak-anak bisa belajar di luar ruang kelas,” imbuhnya.
Akibat musibah yang menimpa sekolah tersebut, maka kegiatan belajar mengajar untuk sementara dibagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama yaitu kelas 1 sampai dengan kelas III dilakukan pembelajaran pada pagi hari hingga siang hari, sedangkan sesi kedua yaitu pada siang hari untuk anak-anak kelas IV sampai dengan kelas VI yaitu dari siang sampai sore hari.
Sekedar diketahui, kebakaran SDN 2 Mulyosari, terjadi pada 17 April lalu yang diduga disebabkan konsleting listrik. Kebakaran yang diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 WIB itu, mengakibatkan tiga ruang kelas hangus dilahap si jago merah, beruntung tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditafsir hingga ratusan juta rupiah. (Hb)