Berita  

Tudingan Warga Mentah,! Hasil Pemeriksaan Inspektorat Lamsel Tidak Temukan Adanya Potongan Bansos Oleh Kades Alwi Amir

Lampung Selatan, – dutanews.id, – “Santer” pemberitaan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD) beserta pemotongan bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KMP) oleh Drs. Alwi Amir, Kepala Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akhirnya terjawab.

Kepala Inspektorat Kabupaten Lamsel Anton Cermana mengatakan, terkait dugaan tersebut sejauh ini pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kades Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lamsel.

“Sudah ditindak lanjuti, bahkan tim dari Inspektorat sudah pernah turun langsung melakukan pengecekan,” tulis Anton via pesan singkat aplikasi WhatsAppnya, kepada dutanews, Selasa (21/5/2024)

Anton menjelaskan, dari hasil kroschek tersebut belum ditemukan adanya dugaan pemotongan tentang bantuan KMP yang ditudingkan terhadap Kades Trans Tanjungan tersebut. “Ya, hasilnya tidak seperti yang diberitakan,” tambahnya.

Yang jelas sambung Anton, berkenaan dengan hal ini pihaknya fokus pada dugaan pemotongan program KMP, seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Artinya disini kami hanya menindaklanjuti tentang dugaan pemotongan PKH dan BPNT saja dinda,” jelasnya.

Sedangkan terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran DD yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat itu, sayangnya Anton enggan berkomentar banyak.

Sebab menurutnya, prihal DD tersebut merupakan ranah Kejaksaan Negeri Lamsel yang sebelumnya telah dilaporkan warga setempat kepada instutusi Korps Adhiyaksa itu.

“Nanti ya dinda kalo ada pelimpahan dari kejaksaan, tim akan turun. skrng ini kami tidak boleh ikut campur, trims,” balas Anton singkat.

Mencuatnya permasalahan ini, dikutip sebelumnya dari halaman media online handalonline.com pada (12/5/2024). Bahwa Kepala Desa Trans Tanjungan, Katibung, Lamsel, diduga sunat bantuan PKH dan BPNT serta korupsi DD tahun anggaran 2023.

Tak sampai disitu, masyarakat yang merasa tidak puas dengan hal tersebut terpaksa melaporkan Kades Trans Tanjungan Alwi ke Kejaksaan dan Polres Lamsel. Bahkan informasi yang dihimpun pada Senin (20/5/2024) puluhan warga Desa Trans Tanjungan, menyambangi Kantor Kejari Lamsel.

Kedatangan mereka ke kantor tersebut, mempertanyakan aduan sebelumnya tentang dugaan Tindak Pidana Korupsi Kades Trans Tanjungan Drs. Alwi Amir yang dinilai terkesan lambat.

Hingga turunya berita ini pihak Kejari Lamsel belum memberikan keterangan resmi adanya laporan puluhan warga desa setempat. (Dede Aryana)

Bagikan :