Berita  

Usai Disorot Tak Sesuai Standar, Dapur MBG SPPG Suak, Gerak Cepat Benahi IPAL Hingga Diklaim Sesuai Ketentuan. 

LAMPUNG SELATAN, DUTANEWS.ID. – Sorotan publik terhadap dugaan ketidaksesuaian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur program Makan Bergizi Nasional (MBG) SPPG Suak, Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, akhirnya berbuah tindakan nyata.

Dapur MBG yang ditengarai milik FRZI, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra, bergerak cepat melakukan pembenahan setelah sebelumnya fasilitas IPAL tersebut, diduga belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan pemerintah pusat.

Perbaikan dilakukan dalam waktu singkat. IPAL yang sebelumnya dinilai belum terintegrasi secara optimal kini telah direnovasi, adapun renovasi dimaksud mulai dari pembenahan bak penampungan hingga sistem penyaringan limbah.

“Perbaikan IPAL ini sudah berjalan dua hari,” ujar Ahmad Rafiudin, Penanggung Jawab Lapangan dapur MBG SPPG Suak, Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan, langkah pembenahan tersebut merupakan respons atas pemberitaan media yang lebih dulu mengungkap adanya dugaan ketidaksesuaian standar pada sistem pengolahan limbah dapur MBG tersebut.

Menurut Ahmad Rafiudin, saat ini kondisi IPAL telah disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku. Namun demikian, pihak pengelola tidak menutup diri terhadap proses evaluasi lanjutan dari instansi berwenang.

“Kami siap jika harus dievaluasi. Artinya, kami akan patuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pantauan dutanews.id., di lokasi menunjukkan aktivitas perbaikan dilakukan secara intensif. Sedikitnya lima pekerja diterjunkan untuk melakukan pembenahan pada bak penampungan air limbah. 

Selain itu, saluran pipa juga diganti, serta dipasang jaring (waring) yang difungsikan sebagai filter tambahan guna menyaring limbah sebelum dialirkan.

Meski demikian, pembenahan yang dilakukan dalam waktu relatif singkat ini tetap menyisakan pertanyaan publik, terutama terkait kondisi IPAL pada dapur-dapur MBG lainnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, Yespi Cory membeberkan, data DLH Lampung Selatan mengungkap kondisi IPAL cukup memprihatinkan. 

Dari total 132 dapur MBG yang telah beroperasi di Lampung Selatan, hanya sekitar 40 dapur yang IPAL-nya memenuhi standar teknis.

“Hasil kroscek kami, sekitar 70 persen IPAL belum sesuai standar,” ungkap Yespi.

Tak hanya itu, Ia juga menyoroti minimnya koordinasi dari pihak pengelola dapur MBG kepada DLH Lampung Selatan dalam pembangunan IPAL.

 “Hingga saat ini mereka tidak pernah berkoordinasi dengan kami,” ujarnya dengan nada kecewa. (HB)

Bagikan :