Reses Hari Pertama Sidang Kedua Fraksi-PKS DPRD Lamsel Temukan Banyaknya Jalan Rusak Serta Kemerosotan Ekonomi Masyarakat Akibat Pandemi Covid-19.

Lampung Selatan, www.dutanews.id, – Kegiatan Reses atau Jaring Aspirasi Masyarakat, digelar Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dari Fraksi – PKS, M Akyas, sejak tanggal 16-20 April 2022 mendatang.

Untuk Reses hari pertama pada masa sidang ke-II Tahun 2022 itu dipusatkan di Dusun VI (Enam) Desa Marga Agung, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lamsel, pada Sabtu (16/4/2022).

M. Akyas yang diketahui merupakan wakil rakyat asal Dapil V (Lima) meliputi Kecamatan Jatiagung itu menyatakan, banyak menerima aspirasi dan usulan dari masyarakat yang meliputi beberapa hal pada kegiatan Reses tersebut.

Dikatakannya, saat pihaknya melakukan pertemuan Reses itu banyak menerima berbagai permasalahan dan kendala dari warga. Aspirasi yang disampaikan hampir sama saat reses pada tahun-tahun sebelumnya, merupakan permasalahan umum terkait dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

“Permasalahannya yaitu soal infrastruktur jalan yang rusak, seperti aspal yang mengelupas, dan jalan juga banyak yang berlubang. Hal ini disebababkan, karena pergeseran tanah sehingga menyebabkan jalan aspal retak dan juga terlalu sering dilewati kendaraan bertonase berat,” kata Akyas.

Adapun permasalahan lainnya, M Akyas menyebut tentang aspirasi dan keluhan masyarakat terkait dampak akibat Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kemerosotan ekonomi masyarakat.

“Terutama bagi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah. Dan untuk penyebabnya karena keterbatasan aktifitas, baik saat warga mengais rezeki maupun kegiatan lainnya,” tukas dia.

Terkait dengan terpuruknya ekonomi, Akyas mengatakan bahwa masyarakat menginginkan adanya perhatian dan upaya dalam melakukan pemulihan ekonomi. Karenanya, pemerintah perlu dan segera melakukan terobosan melalui konsep recovery ekonomi.

Dalam hal ini sambung dia, masyarakat menginginkan agar pemerintah melakukan tindakan yang nyata dalam memulihkan ekonomi dengan memberikan bantuan untuk menguatkan kembali perekonomian masyarakat. “Bukan hanya dalam bentuk kompensasi, tetapi lebih dari itu mengusahakan stabilnya kembali perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, karena lemahnya ekonomi masyarakat di masa pandemi, maka pihaknya juga mendorong pemerintah agar memberikan sentuhan lain. Seperti, melakukan pelatihanpelatihan keterampilan dan menghidupkan kembali tempat-tempat Badan Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah pelatihan program padat karya. Serta, mendorong pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi desa di masa Pandemi Covid-19. (Habibi)

Bagikan :