Lampung Selatan, www.dutanews.id, – Rapat Pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Lampung Selatan TA 2023 direncanakan capai sebesar Rp2,196 triliun.
Angka tersebut merupakan pembahasan rapat diantaranya anggaran dalam KUA PPAS APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2023 mencapai angka Rp2,196 triliun.
Dalam rapat pembahasan itu hadir Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Tim Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamsel yang berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Lamsel, pada Jum’at (22/07/2022).
Ketua Tim Banggar sekaligus Ketua DPRD Lamsel, H Hendri Rosyadi mengatakan, hasil pembahasan rapat tersebut diketahui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Selatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp296 milyar menjadi Rp343,5 milyar.

Jumlah tersebut bersumber dari PAD Lamsel yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah dan hasil pendapatan daerah yang dipisahkan serta dana bagi yang sah. “Diketahui PAD Lamsel dari tahun sebelumnya Rp296 milyar menjadi 343,5 milyar. Hasil pendapatan daerah yang dipisahkan serta dana bagi yang sah,” ujar Hendry Rosyadi.
Adapun sumber dari pendapatan daerah tersebut. Politisi PDI-Perjuangan ini memaparkan. Diantaranya yakni, berasal dari pendapatan transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1 triliun 853 milyar 485 juta 631 ribu rupiah. “Meski baru sementara, namun dalam hal ini ada penurunan sekitar Rp3 milyar,” katanya.
Menyikapi hal ini Hendry yang diketahui merupakan warga Kedaton Kalianda Lamsel ini mengingatkan kepada Sekdakab Lamsel Thamrin, untuk dapat melakukan komunikasi terhadap Pemerintah Provinsi Lampung, terkait jumlah dana transfer provinsi ke daerah yang mengalami penurunan tahun ini.
Berkenaan dengan hal ini Pemerintah Lampung Selatan sebelumnya menargetkan untuk pendapatan transfer antar daerah yakni sebesar Rp130 milyar. Namun sayangnya hanya disepakati yaitu sebesar Rp100 milyar.
“Meski belum mencapai yang telah ditargetkan, namun harapan kita angka ini bisa menyentuh setidaknya sebesar Rp120 milyar. Nah untuk menuai hasil maksimal diharapkan agar Sekdakab Lamsel bisa melakukan komunikasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung,” pinta Hendry.
Lebih jauh dijelaskannya, untuk belanja daerah tahun 2023 sebesar Rp2 trilyun 191 milyar 121 juta 43 ribu 69 rupiah. Itu terjadi belanja operasi 1,4 trilyun. Selanjutnya belanja modal sebesar Rp 290 miliar 566 juta 192 ribu 110 rupiah.
Kemudian, belanja tak terduga sebesar Rp9 milyar 639 juta 207 ribu, berikutnya belanja transfer sebesar Rp 424 miliar 17 juta 728 ribu 760 rupiah. “Belanja transfer untuk bagi hasil, kemudian belanja bantuan keuangan untuk pemerintah desa,” tambahnya. bang Hen.
Sedangkan mengenai rancangan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) TA 2023. Hendry menyebutkan untuk mengharapkan angka dalam jumlah besar. Dipaparkannya, pembiayaan SiLPA Lamsel tahun 2023 ditargetkan sebesar Rp.15 miliar untuk retensi saja.
Sedangkan untuk memasang angka SiLPA paling besar pihaknya akan melakukan akumulasi pada saat APBD Perubahan di sahkan selanjutnya. “Angka ini baru sementara,” tukasnya. (Habibi)