Advetorial – Tingkatkan Rasa Nasionalisme, Agus Sartono Ajak Warga Terapkan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Lampung Selatan, dutanews.id, – Penerapan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) sangatlah penting untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat dan bernegara. Untuk itu, warga diminta agar tetap menerapkan IPWK dalam kehidupan sehari-hari agar lingkungannya tetap kondusif dan tentram.

Hal ini disampaikan Wakil ketua DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono menggelar sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di daerah Sidomulyo, Way Panji dan Palas pada Jumat (17/2/2023). Sosialisasi Pembinaan IPWK ini merupakan agenda yang dilakukan serentak 50 Anggota DPRD Lampung Selatan sesuai Sesuai Permendagri Nomor 71 Tahun 2012.

Dalam pemaparannya, Agus Sartono menyatakan jika ada yang melanggar norma-norma Pancasila tentunya akan terkena sanksi moral dan sanksi sosial dari masyarakat.

“Jika aturan Pancasila sebagai ideologi negara dilanggar, maka hukuman berupa sanksi moral dan sanksi sosial harus bisa diterima,” ujarnya.

Menurutnya, Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan negara. Rangkuman nilai dan norm aitu dirumuskan dalam lima sila yang wajib dijalankan oleh senegap masyarakat Indonesia.

“Ideologi ini bersumber pada nilai-nilai yang terkandung dalam lima pasal pancasila merupakan aturan mengenai moral. Karenanya pelaksanaan harus berdasarkan pada keyakinan dan kesadaran penggunanya,” tegas dia.

Dijelaskan, Pancasila sebagai ideologi negara mengalami masa perkembangan, seperti halnya di masa orde lama, orde baru dan era reformasi. Namun semua pihak tetap sepakat jika ideologi adalah kumpulan gagasan yang disepakati bersama dan merupakan ciri khas bangsa indonesia.

“Bangsa indonesia bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi yang terkandung dalam kelima asas pancasila dijadikan sebagai patokan aturan oleh bangsa ini dalam berbuat di kehidupan masyarakat serta bernegara,” terang Agus.

Sementara terkait Wawasan Kebangsaan, Agus menjelaskan bahwa itu adalah adalah cara pandang Bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan.

Cara pandang yang dimaksud adalah mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan Wilayah yang dilandasi Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil ketua DPRD Lampung Selatan ini pun memaparkan terkait nilai-nilai yang bisa diterapkan masyarakat di Sidomulyo, Way Panji dan Palas terkait Ideologi Pancasila sebagai berikut.

Sila pertama

Penerapan sila pertama yakni memberi kebebasan masyarakat dalam memeluk agama yang diyakini. Negara tidak terlalu memaksa seseorang untuk memeluk satu dari sekian banyak agama yang diakui di indonesia.

Sila kedua

Penerapan sila kedua yakni dengan saling menghormati sesama masyarakat sesuai adab ketimuran. Masyarakat indonesia wajib untuk saling memiliki rasa hormat baik secara individu maupun kelompok.

Sila ketiga

Persatuan indonesia sebagai bunyi dari sila ketiga pancasila, mengharuskan masyarakat mementingkan kepentingan golongan ketimbang kepentingan individu. Negara harus mementingkan kepentingan bersama dari masyarakat indonesia.

Sila keempat

Sila keempat mengharuskan masyarakat untuk wajib bermusyawarah dalam mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi dan berdampak pada masyarakat secara keseluruhan.

Sila Kelima

Sila terakhir menuntut agar semua masyarakat baik individu maupun dalam kelompok agar selalu adil dalam memutuskan suatu permasalahan.

Sedangkan makna wawasan kebangsaan itu adalah mengamanatkan kepada semua warga negara untuk dapat menempatkan persatuan, kesatuan dan juga kepentingan bangsa itu diatas kepentingan diri
sendiri atau juga kelompok tertentu.

Negara Indonesia yang bersatu bisa atau dapat mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera serta sejajar dengan bangsa lain. Wawasan Kebangsaan itu harus selalu berlandaskan Pancasila. (ADV)

Bagikan :