Extrim, !!! .. Satpam SMAN 1 Sidomulyo, Lamsel. Tampar Siswa, Karena, Tak Kenakan Helm, Saat Melintas Pintu Gerbang Sekolah

LAMPUNG SELATAN, DUTANEWS.ID, – Dugaan tindak kekerasaan terhadap salah satu pelajar siswa SMAN 1 Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terjadi, pada Rabu (22/09/2021) lalu.

Korbannya, EMP. Pelajar yang diketahui merupakan siswa kelas X (sepuluh) SMAN 1 Sidomulyo ini ditampar oleh anggota security sekolah yakni WLT, karena tak kenakan helm ketika melintas didepan pos security mengendarai sepeda motor.

Informasi yang berhasil dihimpun media online www.dutanews.id. Kejadian itu bermula ketika EMP yang berboncengan bersama rekannya RND hendak pulang kerumah usai mengikuti pembelajaran tatap muka. Sesampainya dipintu gerbang sekolah berplat merah tersebut, sepeda motor Honda beat yang dikemudikan EMP dihentikan anggota security yang sedang berjaga tepatnya didepan pos penjagaan pintu gerbang sekolah.“Saat EMP melintas didepan pos satpam, motornya dihentikan pak satpam. Lalu, mesin motor tersebut dimatikan, kemudian kontaknya diambil,” ujar salah satu siswa yang menyaksikan kejadian itu sembari mewanti agar identitasnya dirahasiakan, pada senin (27/9/2021).

Selanjutnya, tambah sumber ini, tanpa banyak pertanyaan anggota security tersebut langsung memukul EMP tepat pada bagian mukanya.”Saya salah apa pak, kenapa tiba-tiba saya ditampar,” ungkap sumber ini menirukan ucapan EMP.Sayangnya, sikap protes EMP tak mendapat belas kasihan dari anggota security.

Bahkan, usai menampar EMP, security ini meminta EMP dan RND turun dari sepeda motor yang mereka gunakan dan menyuruh keduanya untuk melakukan Push Up.Usai keduanya melakukan Push Up, ungkap sumber tadi, lalu pak satpam memberitahu alasan EMP ditampar dan diminta melakukan Push Up. ”Yang saya denger, karena tidak pakai helm ketika menggunakan sepeda motor,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Kakak EMP yaitu Edwin mengaku belum mengetahui secara pasti terkait dugaan kekerasan anggota security SMAN 1 Sidomulyo, terhadap adik bungsunya tersebut. “Saya baru dapat kabar, mengenai secara detail saya belum paham,” ucapnya. Yang jelas, kata Edwin. Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dan melakukan komunikasi kepihak SMAN 1 Sidomulyo, mengenai adanya dugaan tindak kekerasan tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan pihak sekolah, melalui sambungan telpon, mudah-mudahan kejadiannya tidak begitu besar yang seperti kita bayangkan mas,” pungkasnya. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Sidomulyo, Lamsel. Suharyanto, SP,d. Belum memberikan keterangan resmi. Bahkan, ketika dikomfirmasi melalui pesan singkat Whatsappnya, meski dalam keadaan aktif namun tidak direspon. (Mus)

Bagikan :