
LAMPUNG SELATAN, WWW.DUTANEWS.ID, – “Alergi atau merendahkan wartawan” masih saja terjadi diwilayah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Hal tersebut diduga dilakukan Kepala DPU-PR kabupaten setempat, Drs. Hasbie Aska, ST.
Hal itu terjadi, ketika dia (Hasbie red) hendak dikonfirmasi oleh kamerawan Indosiar, Desi Habibi, mengenai adanya jalan rusak dibeberapa titik yang ada diwilayah Kabupaten Lamsel, menggunakan pesan singkat Whatsappnya.
Namun sayangnya, ketika dihubungi oleh wartawan senior Lamsel itu. Hasbie Aska yang merupakan mantan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum Dan Politik, Lamsel ini, bukannya menjawab pesan whatsapp yang dilayangkan wartawan tersebut, tetapi dia (Hasbie Aska red) malah “Memblokir” pesan WhatsApp tersebut. “Saya bingung, bukannnya dijawab tapi malah diblokir,” terang Habibi, pada rabu (29/9/2021).
Padahal, menurutnya, pesan singkat yang ia sampaikan itu cukup beratitude. Artinya, sangat sopan dengan menggunakan salam saat menyampaikan maksud dan tujuannya. “ Saya sudah menggunakan Assalamualaikum, wr, wb. Bahkan mengatakan permintaan maaf jika mengganggu aktivitas, tapi masih juga di blokir,” tambahnya lagi.
Lebih jauh Habibi menjelaskan, tujuannya menghubungi Kadis PUPR Lamsel, hendak mengatur jadwal untuk dapat meminta tanggapan terkait jalan rusak di Kecamatan Natar, Lamsel.
Lantaran media televisi membutuhkan gambar visual, untuk itu ia meminta waktu senggang dari Kadis PUPR Lamsel untuk dapat menyampaikan statemennya menyikapi persoalan tersebut.
Tetapi, beberapa kali berkomunikasi, Kadis PU belum bisa ditemui. Alasannya, karna dia (Hasbie Aska red) masih baru menduduki jabatan sebagai Kadis PUPR Lamsel dan banyak hal yang membuat kesibukan.
“Yang jelas saya sangat kecewa sikap Kadis PUPR tersebut, sebab sudah seharusnya. Pejabat dapat lebih terbuka agar terciptanya sinergitas yang baik demi pembangunan Kabupaten Lamsel kedepan,” Harapnya.
Menyikapi hal ini, Kadis PUPR Lamsel, Drs. Hasbie Aska, ST. ketika dihubungi via pesan singkat WhatsAppnya, meski telah dibaca dengan contreng biru, namun Hasbie enggan menjawab. Bahkan, dia (Hasbie Red) sengaja menantang dan mengabaikan peran penting PERS. (Mustofa)