Diduga Tak Dapat Berikan Layanan Maksimal Terhadap Pasien. Anggota Komisi IV DPRD Lamsel Cecar Plt. Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Berbagai Pertanyaan.

Lampung Selatan, www.dutanews.id, – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akan mengusulkan penambahan satu orang dokter anestesi pada RSUD Dr. Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan pada tahun 2023 mendatang.

Usulan ini lantaran RSUD “plat merah” itu hanya memiliki satu orang dokter anestesi. Selain itu juga RSUD yang berada di Jl. Kedaton Kalianda tersebut belum sanggup memberikan pelayanan kesehatan yang optimal khususnya bagi pasien penderita amandel.

Kepala Dinas Kesehatan Lamsel, Johniansyah mengatakan, saat ini RSUD Bob Bazar Kalianda memiliki satu dokter spesialis anestesi. Kendati demikian, guna memberikan pelayanan maksimal pihaknya akan mengusulkan penambahan satu dokter anestesi di RSUD Bob Bazar.

“Saat ini dokter spesialis anestesi di RSUD Bob Bazar yaitu dokter Dian. Namun meski sulit mencari dokter anestesi, yang jelas kedepannya akan kami usulkan penambahan satu dokter lagi,” kata Johniansyah.

Rencana penambahan dokter anestesi oleh Johniansyah ketika menjawab pertanyaan Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Syaiful Azumar, SH, MH., saat mendampingi (Plt.) Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Dewi Yurniati, pada rapat pembahasan Ranperda Perubahan APBD Lamsel Tahun Anggaran 2022 di ruang komisi, pada Jumat (9/09/2022).

Pertanyaan tersebut dilontarkan Syaiful Azumar setelah sebelumnya terlebih dahulu mendengar pemaparan (Plt.) Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Dewi Yurniati, tentang anggaran di RSUD Bob Bazar Kalianda.

Menyikapi hal tersebut politisi partai golkar ini menyoroti kondisi pelayanan di RSUD Bob Bazar yang kerap menjadi keluhan masyarakat Lamsel. Seperti diketahui pada tahun 2018 lalu bahwa RSUD Bob Bazar Kalianda bisa menanggulangi pasien sakit amandel dengan melakukan operasi.

Namun ditahun 2022 ini RSUD tersebut tidak lagi mampu melayani atau menanggulangi pasien operasi amandel. Bahkan untuk melakukan operasi amandel masyarakat Lamsel harus pergi ke Rumah Sakit di Bandar Lampung .

“Dalam hal ini saya menginginkan ditahun 2023 mendatang RSUD Bob Bazar ini, jangan lagi tidak ada peralatan medisnya khususnya untuk penanggulangan pasien yang sakit amandel,” tegasnya.

Sementara itu (Plt.) Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Dewi Yurniati memaparkan, untuk pendapatan asli BLUD RSUD Bob Bazar sebesar Rp64 milyar 50 juta sesudah perubahan 89 milyar, jadi bertambah Rp24 milyar 950 juta.

Kemudian belanja operasi Rp91 milyar 472 juta 842 ribu, perubahan Rp126 milyar 950 juta 248 ribu 267 rupiah naik Rp36 milyar 335 juta 757 ribu 267 rupiah.

Dewi Yurniati yang juga menjabat sebagai Kabid Bina Kesehatan Masyarakat di Dinkes setempat melanjutkan. Sedangkan pos anggaran lain yakni belanja pegawai sebesar Rp26 milyar 484 juta 845 ribu. “Berkenaan dengan hal ini maka turun Rp25 milyar 626 juta 494 ribu. Ini belanja pegawai dari BPKAD pak,” imbuhnya.

Selanjutnya, belanja barang dan jasa senilai Rp64 milyar 987 juta naik menjadi Rp101 milyar 323 juta 764 ribu 267 rupiah. Kenaikan yakni sebesar Rp36 milyar 335 juta 757 ribu 267 rupiah.

Untuk belanja modal terdiri dari tiga pos yaitu, peralatan dan mesin yang sebelumnya Rp13 milyar 127 juta 157 ribu 150 rupiah turun menjadi Rp12 milyar 913 juta 913 ribu 380 rupiah. Nilai penuruanan anggaran sebesar Rp213 juta 770 ribu.

Lalu, belanja modal gedung dan bangunan senilai Rp12 milyar 420 juta, dimana terdapat penambahan menjadi Rp12 milyar 810 juta atau kenaikan Rp390 juta. “Belanja modal aset dan aset tetap lainnya, masih tetap Rp500 juta. Demikian pak, terima kasih,” ucap Dewi Yurniati. (Habibi)

Bagikan :