
Lampung Selatan, dutanews. id, – “Sepintar – pintar menyimpan bangkai..!! Lambat laun pasti ketahuan juga”..!!
Begitulah pribahasa yang pantas ditujukan terhadap Mulyono (48) selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan II Dusun Umbul Sekiyah/Dusun Sidorejo, Desa Sidorejo, RT/RW 001/007 Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Provinsi Lampung.
Pepatah bertuah tersebut disematkan kepada (Mulyono Red) setelah adanya dugaan penggelapan bantuan hewan ternak jenis sapi sebanyak 15 ekor yang dikucurkan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Provinsi Lampung.
Informasi yang berhasil dihimpun dutanews.id., pada tahun 2012 silam, Disnak-Keswan Provinsi Lampung menggulirkan bantuan hibah sebanyak 15 ekor sapi kepada Poktan Tunas Harapan II Umbul Sekiyat, desa setempat.
Bantuan hibah berupa hewan ternak yang bersumber melalui APBD Provinsi Lampung itu tujuannya guna mensejahterakan perekonomian masyarakat setempat.
Namun sayangnya, bantuan puluhan ekor sapi tersebut dikelola perseorangan oleh Ketua Poktan Tunas Harapan II dengan tidak membagikan kepada anggota Poktan tersebut.
“Sejak diserahkan pemerintah dan hingga sekarang yang mengelola Mulyono,. Kami para anggota tidak mendapatkan apa-apa,” ujar salah satu anggota Poktan Tunas Harapan II sembari mewanti agar identitasnya di rahasiakan, baru-baru ini.
Lebih jauh sumber ini membeberkan, bantuan sapi yang sebelumnya sebanyak 15 ekor tersebut saat ini hanya tersisa sebanyak 2 ekor. “Kalau ndak percaya, silahkan dicek mas, ada berapa sisanya saat ini,” tambahnya lagi.
Dugaan penggelapan bantuan sapi tersebut dibenarkan Ketua Poktan Tunas Harapan II desa setempat, Mulyono. “Ya memang benar mas.! terakhir saya jual sebanyak empat ekor dan saya bicara jujur apa adanya,” terang Mulyono, kepada dutanews, pada Jum’at (15/3/2024)
Mulyono mengaku sengaja menjual sapi tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga untuk membantu biaya pengobatan saudara perempuannya yang kala itu menderita penyakit dalam dan hendak menjalani operasi pada tahun 2022 lalu.
“Mau gimana lagi mas., satu-satunya jalan terpaksa saya harus menjual sapi bantuan tersebut,” ucap Mulyono tanpa berdosa. (**)