
Lampung Selatan, dutanews.id, – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, menggelar kegiatan tahapan penilaian verifikasi dan wawancara Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2023 tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, di Aula Rajabasa, kantor Bupati setempat, Jumat (10/2/2023).
Kegiatan yang dimotori oleh tim penilai dari Provinsi Lampung itu, terdiri dari Tim Penilai Utama, Tim Penilai Independen dan Tim Penilai Teknis Provinsi setempat, turut hadir Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono, AMd..
Disela-sela acara tersebut, Wakil ketua I DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, AMd., mengatakan, Pemkab Lampung Selatan, menjalani tahapan penilaian verifikasi dan wawancara Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2023 tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Penghargaan Pembangunan Daerah, dulu yang dikenal dengan Anugerah Pangripta Nusantara (APN) ini merupakan anugrah evaluasi kreatif dalam bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam menghasilkan perencanaan berkualitas dan mencapai target-target pembangunan daerah.
“Terkait hal ini kami wakil rakyat Kabupaten Lampung Selatan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Politisi Partai Amanat Nasional ini kepada dutanews.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan Aryan Sahurian menjelaskan, dalam penilaian PPD Tahap II Tahun 2023, Lampung Selatan berfokus pada pertanian, kehutanan, perikanan dan industri pengolahan.
Aryan Sahurian menyebut, Lampung Selatan memiliki komoditas unggulan Kelapa Kopyor Kalianda (KPK) yang memiliki spesifikasi berbeda dengan yang lainnya.
“Dalam hal ini, Kabupaten Lampung Selatan akan memanfaatkan potensi unggulan daerah, sehingga dapat mengangkat peluang tersebut untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Sedangkan, tujuannya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berdasarkan pada struktur perekonomian yang kokoh,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin menyampaikan, sebagian besar penduduk Kabupaten Lampung Selatan bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Oleh karena itu kata Thamrin, dengan melakukan pengembangan pada sektor perkebunan pada komoditas KPK melalui kultur embrio, diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
Dimana hal itu sesuai dengan misi ke-4 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu mengembangkan teknologi dengan menggunakan potensi unggulan daerah. Dengan tujuan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung Selatan.
“Salah satu yang menjadi ukuran tercapainya tujuan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi. Harapannya ekonomi Kabupaten Lampung Selatan tahun 2023 dapat tumbuh sebesar 4 persen. Setelah sebelumnya pada tahun 2019 sempat merosot minus 1,7 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Utama PPD dari Provinsi Lampung Andria Yunila Hastuti menyampaikan, terdapat empat aspek yang akan menjadi perhatian tim juri dalam proses penilaian PPD Tahap II.
Yaitu, aspek pencapaian pembangunan, kualitas dokumen Rancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), kemudian aspek proses penyusunan RKPD dan aspek inovasi daerah.
“Pada tahap II ini verifikasi dan wawancara. PPD dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi yang komprehensif dan kreatif terhadap pembangunan di provinsi dan kabupaten/kota. Untuk tingkat provinsi yang menilai tim penilai pusat, dan untuk penilaian kabupaten/kota dilakukan oleh tim penilai Provinsi,” kata Andria Yunila Hastuti.
Andria juga menyampaikan, terdapat 5 Kabupaten/Kota yang berhasil lolos dalam PPD Tahap II Tahun 2023 tingkat Provinsi Lampung. Salah satunya diantaranya Kabupaten Lampung Selatan.
“Pada tahap 1 sudah terpilih 5 kabupaten/kota termasuk Lampung Selatan. Ini adalah roadshow terakhir kami dan Lampung Selatan menjadi yang terakhir. Harapannya jawaban yang diberikan merupakan jawaban yang maksimal karena jawaban akan berpengaruh terhadap penilaian kami,” pungkasnya. (Habibi)